About me

Feeds RSS
Feeds RSS

I'M PART OF THE SIMILIKITI

I'M PART OF THE SIMILIKITI

My visitors

Senin, 29 Agustus 2011

saya berkata.

Saya.
Hanya menulis dikala semua orang masih tak memikirkan apa yang harus dilakukan. Dikala semua lalai akan
segala yang orang lain pikirkan, dan semua tak mengerti kejujuran

Kepada seseorang yang entah saya tak tahu dimana keberadaan nya. Dan saya yakin dia tidak akan membaca tulisan ini. Jangan dipikirkan dan jangan menebak. Anda tak akan mengerti.

Berbulan lamanya. Anda disana, saya disini. Diatas nyali saya yang bersanding dengan angan yang tak mengerti arah tujuan. Saya mengerti amarah yang mungkin anda rasakan terhadap saya. Bukan salah memang hanya pemikiran yang terlintas begitu kosong dan saya yang salah dalam memilih. Sepintas anda ungkapkan kekecewaan dikala saya anggap semua biasa. Dan saya selalu bertanya dibawah kesedihan yang tak terpikir apa dan mengapa.

"Apa yang saya perbuat? dan mengapa anda begini?"

Semua memang terlewat, entah dimana kehidupan akan karakter yang dulu anda perlihatkan kepada saya di kemudian hari. Mungkinkan semua yang terlintas adalah sifat yang segalanya mungkin saja dapat berubah kapanpun. Ataukah segala awal cerita adalah kebohongan? atau kebaikan yang berujung pada keinginan untuk dibalas?

Cobalah kita tengok kembali kepada penghujung keputus asa an yang dulu anda perlihatkan, bukan kah dahulu anda pernah menjadi sandingan angan sebuah sumpit dimana pastilah ada pasangan yang menunggu anda di samping makanan yang tersedia. Disanalah saya menunggu anda, anda mungkin tidak tau takdir, dan anda tidak akan tahu bahwa disaat itu, saya lah yang menunggu anda di samping makanan itu.
Namun takdir berkata, Anda menginginkan sebuah sendok untuk bersanding bersama anda, dimana sungguh saya mengetahui, dimana kecocokan diantara barang tersebut? dan saya mengerti untuk itu... akhirnya saya mencari sumpit yang menurut saya biasa saja dan saya tahu anda merendahkan pilihan saya. tapi buat apa saya memilih anda disaat itu, selagi anda merendahkan saya dan merendahkan pilihan saya.

Disaat itu juga anda mengedepankan segala yang anda punya dan anda miliki. tapi tau kah anda saat itu saya sangat amat tak mengerti dengan apa yang anda lontarkan terhadap saya.

Seminggu sudah terlewat dan saya tak mengerti mengapa anda menjatuhkan air mata dari perasaan anda. Anda jatuh dan anda tak kuat menahan segalanya. anda hancur dan anda putus asa.

Anda memaksa saya memilih kembali tentang prinsip, namun saya menolak berkata lagi kepada anda.
Dan mungkin inilah akhir dikala sebuah sumpit ditemani sumpit lain itu harus meninggalkan kehidupan. dimana semua tergantung akan takdir yang ditentukan.

Sesaat itu, anda berubah.
Menjadi pribadi yang tak kunjung mereda. Kemana jujungan anda dikemudian hari yang dahulu anda lontarkan pada kemungkinan selanjutnya.
Jangan berkata pada amarah. karna disini saya biasa saja. Siapa anda? anda lah yang mengerti dan tau bahwa    bertahun lama nya kita sudah tak pernah bertemu.

0 <== Comment:

Posting Komentar

Visitor

free counters
Ada kesalahan di dalam gadget ini